Sejarah Buruk Sepakbola, Kecelakaan Maut Tim Asal Afrika

3070032_heroa
Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit_history' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Istanamimpi.com – Tepat23 thn lalu, sebuah tragedi pesawat merenggut nyawa semua penggawa timnas Zambia yg tengah berjuang utk lolos ke Piala Dunia 1994.

Kalusha Bwalya. Nama itu barangkali tak terlampaui terkenal dalam dunia sepakbola, tetapi Bwalya yaitu salah satu eks pemain Zambia yg tetap hidup sampai kala ini sesudah terhindar dari satu buah musibah yg menimpa timnasnya terhadap 27 April 1993.

Persis 23 th yg dulu, suatu pesawat yg ditumpangi 18 pemain timnas Zambia & pelatih Godfrey Chitalu mengalami kecelakaan fatal & jatuh di perairan Samudera Atlantik.

Sedianya, pesawat militer berjenis DHC-5 Buffalo itu bakal menuju ke Dakar, Senegal, area dilangsungkannya partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Afrika antara Zambia & Senegal. Warga Zambia disaat itu menyimpan cita-cita tinggi terhadap timnas mereka, mengingat inilah peluang paling baik bagi tim berjuluk Chipolopolo alias Tim Peluru Tembaga itu utk lolos perdana kali ke Piala Dunia.

Sayang, tepat di diwaktu tingginya antusiasme publik itulah berlangsung histori nahas. Disaat hendak menyambung perjalanan ke Dakar, setelah mengisi bahan bakar di Libreville, Gabon, pesawat tersebut kehilangan daya & jatuh ke dalam air. Seluruhnya anggota timnas Zambia beserta kru pesawat, yg keseluruhan berjumlah 30 penumpang, tewas seketika. Itu ialah salah satu tragedi sangat buruk dalam histori sepakbola Afrika.

Bwalya yg waktu ini jadi Presiden Federasi Sepakbola Zambia & ialah salah satu legenda sepakbola Zambia, selamat dari histori tragis itu lantaran tengah berkarier di PSV Eindhoven maka dirinya segera diberangkatkan ke Dakar dari Belanda.

List pemain Zambia yg wafat dunia dalam tragedi tersebut yakni : Efford Chabala, John Soko Whiteson Changwe, Robert Watiyakeni, Eston Mulenga, Derby Makinka, Moses Chikwalakwala, Wisdom Mumba Chansa, Kelvin “Malaza” Mutale, Timothy Mwitwa, Numba Mwila, Richard Mwanza, Samuel Chomba, Moses Masuwa, Kenan Simambe, Godfrey Kangwa, Winter Mumba, Patrick “Bomber” Banda.

Mereka seluruhnya dikuburkan di Heroes’ Acre, suatu monumen yg dibangun di dekat Stadion Independence di Lusaka, ibu kota Zambia, utk mengenang tragedi memilukan tersebut.

Hasil investigasi menyebut, hal mutlak kecelakaan tersebut disebabkan lantaran pilot mengalami kelelahan & berjalan kerusakan instrumen terhadap pesawat. Tragedi ini memberi inspirasi sutradara Juan Rodriguez-Briso utk menciptakan film dokumenter berjudul “Eighteam” yg menceritakan kebangkitan timnas Zambia dgn Bwalya pascainsiden itu.

Bwalya selanjutnya memimpin generasi baru timnas Zambia utk menyambung perjuangan sohib setimnya yg telah dijemput maut itu. Sayang, Zambia kalah berkompetisi dgn Maroko di Group B dalam ronde terakhir kualifikasi Piala Dunia. Maroko jadi jagoan Group, diikuti Zambia & Senegal, padahal cuma jagoan group yg mempunyai wewenang lolos ke Amerika Serikat. Sementara di Piala Afrika 1994, Bwalya dkk. memperoleh hasil cukup dgn jadi runner-up.

sampai sekarang, Zambia masihlah belum bisa menembus putaran final Piala Dunia. namun, sebuah momen ajaib berjalan terhadap Pebruari 2012 disaat Zambia yg tak diunggulkan bisa menjuarai Piala Afrika 2012 dgn mengalahkan tim idola Pantai Gading 8-7 via adu penalti sesudah bermain imbang 0-0 di saat normal.

Menariknya, final itu dilaksanakan di Libreville, Gabon yg cuma berjarak sekian banyak kilo meter dari area kecelakaan pesawat 1993. Kemenangan ini terang jadi momen emosional bagi Zambia. Mereka berhasil menyihir seantero Afrika & dunia melalui aset kebersamaan, patuh aturan, & semangat buat mengembalikan kejayaan kepada 1993.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *