Pelaku Sayembara Kepala Ahok 1 Miliar Di Tangkap Polisi | indo2d.net

sayembara-ahok
Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit_history' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Agen Judi Online – Rekaman 4 November 2016 menjadi saksi untuk pria tua yang telah melakukan sayembara memenggal kepala Ahok seharga 1 miliar. Kejadian ini di laporkan oleh pihak Jaringan Advokasi Republik Indonesia ( JARI ). Dari penelusuran yang ada, video yang di unggah di Youtube itu menyatakan, pria tua dengan berpeci putih dan bersorban hijau di kalungkan memakai pengeras suara melakukan sayembara bagi siapapun yang bisa memenggal kepala Ahok akan diberikan uang senila Rp. 1 miliar. Namun dalam rekaman video yang di unggah di Youtube tersebut tidak di ketahui di mana lokasi pria tua tersebut melakukan sayembara. Akan tetapi pria tua tersebut menyebut daerah Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Sepertinya tayangan tersebut terjadi pada saat demo 4 November 2016 kemarin. Krisna Murti ( Ketua JARI ) mengatakan, penyataan pria tua tersebut sudah keterlaluan, karena menurutnya ucapan tersebut diucapkan di depan aparat Kepolisian dan masyarakat.

Seorang pria tua sekitar 60 tahun umurnya yang kita lihat dan kita dengar dari media, dia mengatakan bawa kepala Ahok dan kita akan bayar 1 miliar. Pernyataan tersebut di ucapkan di depan petugas, dia juga menyebut etnis Sara ( Suku, Agama, Ras dan Antargolongan ) dan sebagainya. Lah menurut kami dari Jaringan Advokat Republik Indonesia ini sudah sangat keterlaluan ” Ujar Krisna Murti kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT ) Polda Metro Jayam Senin 7 November 2016. Karena Kejadia itu, dirinya melaporkan adanya pernyataan yang sudah viral di media susial tersebut. Bahkan, dirinya mengakui sebelum membuat laporan polisi dirinya sudah berdiskusi dengan ulama dan kyai. ” Artinya bahwa kami melihat di sini semacam sayembara jaman kerajaan kan. Di beri imbalan seseorang deng pidato di depan umum. Memancing seseorang untuk berbuat pembunuhan. Membawa kepala Ahok. Ini sudah keterlaluan di mata hukum. Makanya kami ingin segera diproses dan dipanggil pria tersebut” Tambahnya Krisna Murti.Ia mengaku belum mengetahui siapa identitas pria tua tersebut. Dirinya hanya menyebut sayembara tersebu di lakukan pada saat demo 4 November. ” Dia seorang ustad atau hanya mengaku ustad yang berpakaian ulama yang namanya masih dalam proses penyelidika“. Tutur Krisna Murti.

sayembara-ahok

Sementara itu, Kyai Mohammad Rozy yang mendampingi laporan mengatakan, dari kutipan video yang diucapkan pria tua itu tersebut ada beberapa kalimat yang bisa keluar dari ajaran agama islam. Yang pertama, memerintahkan seseorang untuk melakukan pembunuhan dengan memberikan imbalan. Kalimat ini sudah suata perintah. Secara psikologis, sudah mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan dan itu di larang oleh agama Islam”. Katanya. Kemudia pria tersebut berusaha membuat suasan antara bangsa ini menjadi berkelahi sehingga tidak ada kedamaian di umat muslim. ” Islam tidak menghendaki adanya hal tersebut. Perbedaan boleh, tapi pembunuhan, pertengkaran dan sebagainya itu tidak boleh. dan di haramkan dalam ajaran Agama Islam”. Ucapnya. Ia pun membandingkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok dengan apa yang dilakuan pria tersebut. ” Kalau boleh saya bandingkan, jika saudara Ahok dalam kapasitasnya tidak tahu agama ( Islam ) kemudian mengatakan sesuatu dianggap sebagai kesalahan. Tapi kalo orang ini mengerti agama, lalu ia memerintahkan untuk membunuh.” Lanjutnya. Dia pun meminta kepada Presiden Jokowi untuk memproses orang seperti  pria tua itu. ” Kalau saya sebagai keapala Negaram ini yang lebih dahulu saya proses. Racun dunia ini merusak kesatuan bangsa. Walaupun dia seagama dengan saya tap perilakunya menyimpang dari hukum agama dan norma berbangsa dan bernegara saya setuju ini dulu yang di hukum”. Lanjutnya. Dalam laporan bernomor LP/5442/XI/2016/XI/2016/PMJ/Ditreskrimsus 7 November 2016, pria tua tersebut di jerat pasal yang disangkakan pengancaman melalui media elektronik yaitu pasal 20 dan pasal 45 ayat 1 UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik ) atau pasal 335 KUHP.

Post by indo2d.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *