Data Dan Fakta Pelatih Dan Pemain Kunci 24 Negara Di Euro 2016 Grup D


Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit_history' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/indo2d.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Spanyol

Pelatih: Vicente del Bosque

Pemain kunci: Andres Iniesta (107 Caps, 13 Gol)

Rekor di babak kualifikasi: 9 Menang, 0 Imbang, 1 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 2,3

Rata-rata kemasukan gol: 0,3

Juara bertahan Euro, Spanyol, sempat mengalami masa-masa sulit dalam perkembangan sepakbola mereka. Usai menjadi juara di kandang sendiri pada 1964, La Roja harus menunggu hingga 2008, sebelum bisa kembali mengangkat trofi Henri Delaunay. Kala itu tim asuhan Luis Aragones sanggup menang tipis 1-0 atas Jerman di final.

Laga tersebut sekaligus membuka dominasi Spanyol di kancah sepakbola Internasional, yang kemudian diikuti dengan sukses menjadi juara Piala Dunia 2010, dan juga Euro 2012. Sukses di Kiev diraih setelah Iker Casillas dkk menang telak atas Italia 4-0 di final, meski dua tahun berselang mereka kemudian mencatat prestasi buruk di fase grup Piala Dunia 2014.

Menjelang gelaran akbar di Prancis, Spanyol pede bisa kembali menunjukkan tajinya setelah mereka lolos ke turnamen dengan status juara grup – mengumpulkan 27 dari 30 poin maksimal.

Rep. Ceko

Pelatih: Pavel Vrba

Pemain kunci: Petr Cech (119 caps, 0 Gol)

Rekor di fase kualifikasi: 7 Menang, 1 Imbang, 2 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 1,9

Rata-rata kemasukan gol: 1,4

Rep. Ceska merupakan pecahan dari negara Cekoslovakia, dan mereka baru bermain dengan identitas baru di kancah Internasional pada 1994. Namun demikian, sejak saat itu Narodni Tym tidak pernah mencatatkan prestasi mengecewakan di gelaran turnamen antar negara Eropa, dengan tak pernah absen di satu edisi pun.

Bahkan Rep. Ceska tergolong sebagai tim yang punya tradisi kuat. Mereka finish sebagai runner-up di Euro 1996 dan mencapai babak semifinal di Euro 2004. Ketika masih bergabung dengan Slovakia, negara ini pernah menjadi juara di edisi 1976 dengan mengalahkan Jerman Barat di final.

Turki

Pelatih: Fatih Terim

Pemain kunci: Hakan Calhanoglu (18 Caps, 6 Gol)

Rekor di babak kualifikasi: 5 Menang, 3 Imbang, 2 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 1,4

Rata-rata kemasukan gol: 0,9

Kiprah Turki di Euro dimulai ketika mereka tampil di turnamen edisi 1996 di Inggris, meski saat itu tim asuhan Fatih Terim tidak bisa meraih satu pun angka. Empat tahun berselang, rekor mereka jauh lebih baik, dengan melaju hingga babak perempat final sebelum akhirnya kalah 0-2 di tangan Portugal.

Sempat absen di Euro 2004, Turki mencatat comeback di Euro 2008. Di turnamen yang digelar di Austria dan Swiss tersebut, anak-anak asuhan Terim dikenal dengan spirit juang mereka yang tinggi – dibuktikan dengan kemenangan di menit-menit akhir atas Swiss, Rep. Ceska, dan Kroasia. Sayang, perjuangan mereka akhirnya harus terhenti di tangan Jerman di babak semifinal.

Di Euro 2012, Turki – yang kala itu diasuh Guus Hiddink, harus absen lantaran mereka kalah dari Kroasia di babak play-off, setelah sebelumnya hanya bisa finish di posisi dua di babak kualifikasi. Kala itu tim sempat mengejutkan publik sendiri, dengan menelan kekalahan 0-3 di leg pertama di Istanbul.

Kroasia

Pelatih: Ante Cacic

Pemain kunci: Luka Modric (89 Caps, 10 Gol)

Rekor di fase kualifikasi: 6 Menang, 3 Imbang, 1 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 2

Rata-rata kemasukan gol: 0,5

Keputusan Kroasia memisahkan diri dari Yugoslavia di 1991 membawa berkah tersendiri bagi perkembangan sepakbola mereka. Di debut babak Kualifikasi Piala Dunia dan Euro, Kockasti atau Tim Kotak-kotak langsung mampu membuktikan kekuatan mereka dan lolos ke putaran final tanpa hambatan berarti.

Salah satu legenda terbesar mereka, Davor Suker, pernah menghipnotis publik Prancis – tuan rumah Euro 2016, ketika ia mencetak enam gol di Piala Dunia 1998 dan merebut gelar top skorer. Tak hanya itu, Krosia pun akhirnya pulang dengan bangga usai mereka finish di peringkat tiga.

Sejak berdiri sendiri, Kroasia cuma absen dua kali di turnamen besar FIFA dan UEFA, pada 2000 dan 2010. Namun khusus di Euro, tim cuman sekali lolos dari babak grup, yakni di edisi 2008. Sementara untuk Euro 2016, negara besutan Ante Cacic memastikan diri maju ke babak utama setelah menyelesaikan kualifikasi sebagai runner-up Grup H di bawah Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *